Lokasi saat ini:BetFoodie Lidah Indonesia > Resep Pembaca
Misi dagang sektor rempah bukukan transaksi Rp239,4 miliar di Belanda
BetFoodie Lidah Indonesia2026-07-19 01:29:06【Resep Pembaca】373 orang sudah membaca
PerkenalanDirektur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan Fajarini Puntodewi menghadiri

Jakarta (ANTARA) - Misi dagang Kementerian Perdagangan RI bertajuk "Where Spices Tell Stories" ke Belanda pada 29 Oktober-1 November 2025 mencatatkan potensi transaksi senilai 14,6 juta dolar AS atau sekitar Rp239,4 miliar.
Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag Fajarini Puntodewi mengangakan keberhasilan tersebut memberi sinyal positif bagi peningkatan ekspor sektor rempah dan bumbu Indonesia. Capaian itu juga merefleksikan tingginya minat pasar Eropa terhadap produk rempah dan bumbu Nusantara.
"Importir Eropa menilai produk rempah dan bumbu Indonesia memiliki keunggulan dari segi aroma dan kualitas. Produk kita juga berpotensi untuk memenuhi kebutuhan pasar pangan organik dan berkelanjutan yang sedang berkembang pesat di Eropa," ujar Puntodewi dalam keterangan di Jakarta, Rabu.
Adapun rempah dan bumbu yang paling diminati antara lain pala, lada putih, kunyit, jahe, serta bumbu makanan siap pakai.
Potensi transaksi dicapai melalui kegiatan forum bisnis dan penjajakan kerja sama bisnis (business matching) yang diselenggarakan di Indonesia House Amsterdam pada 30 Oktober 2025. Dalam forum ini, pelaku usaha Indonesia memperkenalkan produk unggulan mereka kepada pembeli asal Belanda, Prancis, dan Jerman.
Misi dagang diikuti sepuluh pelaku usaha Indonesia. Para peserta misi dagang mendapat kesempatan langsung menjajaki kerja sama dagang dengan mitra Eropa, serta memperluas jejaring distribusi di Belanda yang dikenal sebagai pintu gerbang perdagangan Eropa.
Selain forum bisnis, para peserta juga mengunjungi beberapa importir besar seperti Amboina, Nesia Food BV, Bina BV, dan INA Trading/Furnilux untuk mempelajari pola impor dan distribusi produk rempah di pasar Belanda.
Sebagai bagian dari rangkaian misi dagang tersebut, Kemendag menjalin pertemuan dengan Centre for the Promotion of Imports from Developing Countries(CBI) dan Netherlands Enterprise Agency (RVO) pada 31 Oktober 2025.
Pertemuan membahas penguatan kelembagaan ekspor, pengembangan produk, serta akses pasar bagi sektor pertanian dan perikanan.
Suka(874)
Artikel Terkait
- Rekomendasi tanaman hias daun lebar yang bikin rumah lebih hidup
- 8 fakta minum kopi hitam bermanfaat untuk kesehatan hati
- Pemprov Lampung pantau berkala penerapan SOP dapur SPPG MBG
- BJB tegaskan dukungannya pada MBG lewat pembiayaan SPPG
- BPS ungkap Oktober selalu alami inflasi bulanan, kecuali pada 2022
- Ngak hanya enak, daun melinjo punya segudang manfaat sehat bagi tubuh
- Dokter sebut diet tanpa mengonsumsi karbohidrat itu salah
- Kaltim bentuk SPPG wilayah 3T pastikan MBG sasar daerah terpencil
- Ahli Ekologi Hewan: NTB jadi daerah penting bagi migrasi burung dunia
- Pemprov Lampung pantau berkala penerapan SOP dapur SPPG MBG
Resep Populer
Rekomendasi

Sulsel proyeksikan surplus beras 2 juta ton di 2025

SPPG HST Kalsel terapkan lima langkah cegah keracunan MBG

SPPG Tulungagung dihentikan sementara usai insiden keracunan massal

PBB alokasikan dana tambahan untuk dukung operasi kemanusiaan di Gaza

Benarkah kecoak bisa cemari udara rumah?

Ahli gizi imbau kantin sekolah siapkan makanan saling melengkapi MBG

Dietisien rekomendasikan konsumsi jus buah cukup satu gelas per hari

Dinkes Kota Malang temukan mikroba di dalam sampel MBG